Benarkah Investasi Emas Paling Aman? Ini Penjelasannya - viennaphotolook
RajaBackLink.com" />

Rabu, 26 September 2018

Benarkah Investasi Emas Paling Aman? Ini Penjelasannya


Apabila Anda ingin berinvestasi secara aman, apa saran saudara, teman atau orang di sekitar Anda? Kebanyakan mereka akan menyarankan Anda untuk memilih emas sebagai investasi Anda. Nilai emas memang tidak berubah, sehingga untuk urusan investasi, emas juga dinilai yang paling aman. Benarkah demikian?

Berikut hasil perbincangan
Intisari-Online.com dengan Bambang Wijanarko, Manajer Marketing PT Antam Logam Mulia, yang menjelaskan lebih mendalam tentang investasi emas dan apa yang perlu dilakukan oleh para investor pemula agar bisa berinvestasi dengan tepat.

Apa langkah pertama yang harus dilakukan untuk berinvestasi emas?

Beli. As simple as that. Intinya investasi emas, 'kan, cocoknya untuk jangka panjang. Karena emas itu memang instrumen investasi jangka panjang.

Dalam investasi emas, kejadian merugi itu jarang. Karena fungsi awal emas adalah sebagai safe haven, lindung nilai. Jadi, mencegah berkurangnya nilai yang sudah kita dapat.

Misalnya, kita dapat uang Rp100 juta, kemudian kita mau beli mobil, tapi menunggu tahun depan. Ternyata, tahun depan mobil sudah tidak seharga Rp100 juta. Kalau emas, meski tahun depan, harganya tetap sama. Minimal sama atau bahkan bertambah.

Emas bisa dibilang investasi paling aman?

Iya, karena lindung nilai tadi. Nilainya selalu minimal sama, bahkan lebih.

Apa yang menentukan harga emas?

Intinya emas sama dengan yang lain. Dia masih dianggap sebagai komoditas. Umumnya komoditas, mekanisme yang menentukan pergerakan harga adalah supply dan demand. Di emas, ada perdagangan 24 jam. Jadi, harga emas bergerak terus.

Kalau dibandingkan dengan investasi lainnya, berapa besar potensi keuntungan dalam investasi emas?

Masing-masing punya karakteristik sendiri. Ya tadi, emas cocoknya menengah dan panjang, menengahnya juga lebih dari setahun. Prospeknya cukup bagus. Dirunut 5 tahun belakangan, cenderung selalu naik, minimal 15 - 16 persen bahkan pernah lebih. Kalau untuk jangka pendek ya tidak cocok.

Risiko?

Kalau dari sisi nilai, tidak terlalu berisiko. Kalau main jangka pendek, spekulasi, kurang dari setahun, ya rugi pasti ada. Makanya, jangan memaksakan diri. Yang belakangan terjadi, yang ramai dari tahun kemarin itu, kan kebun emas, angsa emas, ya apa lah itu istilahnya.

Melihat dari mekanisme investasinya, mereka pakai sistem gadai. Awalnya punya sejumlah uang untuk membeli emas. Emas yang sudah dimiliki, diagunkan/digadaikan. Terus begitu. Intinya kalau itu kan kita butuh uang atau dana. Ada kebutuhan mendesak, bukan investasi. Jadinya berspekulasi, mengharapkan harga emas akan naik dalam jangka waktu tertentu. Kalau seperti itu, ada tenornya (jatuh tempo). Begitu jatuh tempo harga turun, kan, rugi.

Saran untuk orang-orang yang baru ingin berinvestasi emas?

Saya selalu menyarankan, investasi emas itu harus selalu ada fisiknya. Kalau tidak ada fisiknya, ya, bukan investasi emas. Ada risiko juga. Kecuali kalau memang sudah dijamin pemerintah. Kayak di Australia, kan, sertifikat emas mereka dijamin oleh negara. Ada lembaga penjamin simpanan. Kalau kebangkrutan, diganti. Paper gold di Indonesia belum ada yang menjamin. Jadi, masih berbasis kepercayaan.

Yang lebih cocok untuk investasi?

Emas batangan merek logam mulia Antam. Kami sudah bersertifikasi LBMA sejak 1999.

Kalau perak?

Perak di dalam negeri agak susah, karena dia terkena pajak pertambahan nilai 10%. Mungkin masyarakat masih mikir-mikir mau investasi. Dia investasi, tapi belum apa-apa sudah kena PPn. Perak sebetulnya menarik. Pergerakan harga perak cukup bagus. Beberapa kali malah mengalahkan harga emas. Namun, dia naiknya cepat, turunnya juga cepat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar